Jakarta – Pada usia 37 tahun, Mat Halil terpaksa gantung sepatu. Mat Halil tak lagi bisa main dalam sepakbola profesional karena dipensiunkan peraturan.

PSSI telah memutuskan untuk membatasi usia pemain maksimal di kompetisi Liga 1 dan Liga 2, dua kompetisi level teratas persepakbolaan Indonesia.

Mat Halil, yang sudah membela Persebaya Surabaya sedari 1999 silam, menjadi salah satu pesepakbola yang terkena imbasnya.

[Baca juga: Patuhi Aturan Pembatasan Usia, Persebaya Lepas Mat Halil]

Kecewa dan sedih. Begitulah perasaan Mat Halil saat ini. Secara permainan dia masih merasa tak takluk bagus dengan pemain yang lebih muda, tapi kenyataan sudah berkata lain.

“Yang bisa menghentikan seorang pemain berhenti bermain adalah pemain itu sendiri, bukan dihentikan oleh peraturan,” ungkap Halil kepada detiksport, Jumat (31/3/2017).

“Kecewa sudah pasti. Tapi mau bagaimana lagi kalau PSSI sudah memutuskan itu, saya sebagai pemain tidak bisa berbuat apa-apa,” sebutnya.

“Sangat terasa. Banyak pemain yang usia matang harus pensiun dini karena peraturan ini,” katanya menambahkan, terkait peraturan pembatasan usia maksimal.

Akan tetapi, Halil tetap berusaha tegar menatap masa depan, tanpa mau larut dalam kesedihan dan kekecewaan. Ia memang harus bangkit demi keluarga — istri dan kedua anaknya.

Foto: dok: Istimewa

Untuk itu Halil sudah memiliki rencana selepas gantung sepatu. Tak jauh-jauh dari sepakbola karena ia akan fokus menjadi pelatih di SSB yang dia miliki, El Faza, di Surabaya.

“Saat ini mungkin saya akan melatih di SSB El Faza dan berkumpul dengan keluarga. Untuk rencana membela klub lain belum ada,” katanya.

Buat Halil sendiri, Persebaya bukan hanya sekadar klub biasa. Ketika sejumlah pemain meninggalkan klub itu akibat dualisme dan tidak dapat gaji beberapa tahun lalu, ia pun setia menanti klubnya hidup kembali. Ia pun kini tetap berharap klub yang sudah membesarkan namanya itu bisa kembali berjaya dan bersaing di sepakbola Indonesia.

(ads/krs)


NO COMMENTS