Leicester – Musim lalu tak ada yang memprediksi Leicester City bakal jadi juara Premier League. Hal yang sama coba The Foxes lakukan di Liga Champions musim ini.

Setelah di musim 2014/2015 harus berkutat di papan bahwa dan menghindari zona degradasi, Leicester bersama Claudio Ranieri musim lalu membuat kejutan dengan menjuarai Premier League.

Lanjut di musim ini, Leicester memang tak lagi sedigdaya musim lalu di liga ketika mereka justru terseok-seok di papan bawah dan mengakibatkan Claudio Ranieri dipecat.

Ketika Leicester menurun di liga, kejutan lain mereka berikan di Liga Champions saat melaju mulus ke babak perempatfinal usai menyingkirkan juara Liga Europa, Sevilla, di babak 16 besar. Bahkan Leicester sempat tunduk 1-2 di leg pertama sebelum unggul 2-0 di leg kedua.

Kelolosan mereka ke fase gugur juga berstatus sebagai juara grup yang merupakan prestasi bagi klub yang baru debut di Liga Champions.

Sudah sampai perempatfinal, Leicester pun mulai disinggung-singgung soal keajaiban yang mereka bisa berikan lagi seperti halnya musim lalu di Liga Inggris, yakni menjadi juara Liga Champions.

“Yeah, Anda tahu kan kalau kami berhasil melakukan sesuatu yang mustahil yakni memenangi Premier League dan saya rasa tidak ada satupun yang mengira kami bisa sejauh ini di Liga Champions, jadi kenapa tidak bermimpi soal itu (juara Liga Champions)?,” ujar kapten Wes Morgan seperti dikutip Soccerway.

“Saya rasa Anda hanya harus fokus dari satu laga ke laga lain. Ini klise tapi memang benar adanya. Kita lihat siapa lawan kami selanjutnya dan serius menatap laga itu,” sambungnya.

[ Baca juga: Bayern Favorit Juara Liga Champions, Leicester Paling Tak Diunggulkan ]

Pengundian perempatfinal sendiri akan dilakukan pada Jumat (17/32017) malam WIB nanti dan Leicester hanya ada di urutan terbawah favorit juara.

(mrp/rin)


NO COMMENTS