Manchester – Manajer Red Devils Jose Mourinho berharap pertandingan timnya melawan tuan rumah Saint-Etienne tidak terlalu direcoki dengan banyak asap.

MU akan bermain di Stade Geoffroy-Guichard yang jadi markas St Etienne dalam partai leg kedua babak 32 besar Liga Europa, Jumat (24/2/2017) dinihari WIB.

Dalam usaha menjaga keunggulan 3-0 hasil dari leg pertama lalu, The Red Devils akan bersiap menghadapi atmosfer tersendiri dari suporter tuan rumah di stadion berkapasitas 42 ribu orang itu.

“Saya pernah main di sini ketika bersama Porto dan kembali lagi ketika Saint-Etienne menjamu Olympique Lyon karena waktu itu tim saya akan menghadapi Lyon di Liga Champions,” ujar Mourinho di ManUtd.com.

“Saya tahu stadionnya sekarang lebih indah tapi saya sudah tahu mengenai stadionnya, atmosfernya, dan saya tahu besok akan jadi pertandingan luar biasa,” tuturnya terkait suasana stadion berjuluk ‘Kaldera’ tersebut.

Julukan ‘Kaldera’ itu bukan tanpa sebab. Salah satu alasannya adalah karena suporter Les Verts yang sedemikian antuasias memberi dukungan buat timnya cukup gemar menyalakan petasan suar alias flare.

Akibatnya, stadion bukan cuma dihiasai semburat warna yang menyembur dari flare itu melainkan juga kebulan asap. Hal ini bahkan sempat dilakukan suporter St Etienne di Old Trafford dalam partai leg pertama lalu.

Foto: AFP PHOTO / Oli SCARFF

“Saya tak suka menghirup asap dan saya pikir para pemain pun begitu. Menurut saya Monsieur President (Saint-Etienne) juga takkan suka jika harus memberi uang (denda) ke UEFA karena asapnya,” kata Mourinho.

“Jadi saya dan para pemain ingin menikmati atmosfernya, kalau memungkinkan (pertandingan) tanpa asap, dan semoga saja itu akan jadi pertandingan yang sangat bagus buat semuanya,” sebutnya.

(krs/din)


NO COMMENTS