Jakarta

Laga Manchester City di markas Monaco merupakan saat Pep Guardiola bikin rekor sebagai pelatih dengan hasil terbaik usai 100 laga Liga Champions. Ironisnya, di saat yang sama ia juga membuat rekor terburuk dalam kariernya.

Sebelum pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions di Stade Louis II markas Monaco, Kamis (16/3/2017) dinihari WIB, Guardiola sudah menjalani 99 pertandingan di ajang teratas kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Bermodal hasil-hasil di laga sebelumnya, berupa 61 kemenangan, 23 seri, dan 15 kali menyerah, Guardiola dipastikan menjadi pelatih dengan hasil paling bagus setelah menjalani 100 pertandingan terlepas dari hasil di markas Monaco.

[Baca juga: Guardiola di Ambang Pencapaian Istimewa, Akan Lampaui Rekor Van Gaal]

Apes untuk peracik taktik asal Spanyol berusia 46 tahun itu, saat lahirnya pencapaian istimewa yang seharusnya membahagiakan itu justru berujung dengan duka. City disingkirkan Monaco.

Datang dengan keunggulan agregat, City justru menyerah 1-3 di markas Monaco. Hasil itu membuat kedua tim berimbang agregat 6-6, tapi Monaco berhak lolos ke delapan besar berkat keuntungan mencetak gol tandang.

Fakta bahwa City harus angkat koper di babak 16 besar Liga Champions malah menghadirkan rekor terburuk buat Guardiola dalam kariernya melatih sejauh ini.

Semenjak jadi pelatih, belum pernah timnya Guardiola tersingkir secepat ini di ajang Liga Champions. Dari tujuh musim melatih Barca dan Bayern Munich, Guardiola dua kali menjadi juara dan sisanya selalu menembus semifinal.

[Baca juga: Pencapaian Terendah Guardiola di Liga Champions]

(krs/rin)


NO COMMENTS