Munich – Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness, mengkritik curhat Douglas Costa di media soal masa depannya. “Itu cuma akal-akalan agar gajinya naik,” ujar Hoeness.

Costa saat ini tengah bimbang terkait masa depannya. Pasalnya Costa terancam dengan performa oke Arjen Robben dan Franck Ribery setelah pulih dari cedera musim ini.

Dengan posisi serupa, yakni striker sayap, Costa kini kerap jadi pilihan kedua untuk Robben serta Ribery. Padahal musim lalu pemain asal Brasil itu jadi andalan Pep Guardiola dengan tujuh gol dan 18 assist dari 43 pertandingan.

[ Baca juga: Ancelotti: Siapa Bilang Costa Tak Bahagia di Bayern? ]
[ Baca juga: Douglas Costa Bisa Tinggalkan Bayern di Akhir Musim ]

Di musim ini Costa baru tampil 20 kali di seluruh pertandingan, dengan 11 kali jadi starter di Bundesliga dengan lima gol dan empat assist. Gol teranyarnya hadir saat Bayern menyingkirkan Wolfsburg di babak 16 besar DFB-Pokal dinihari WIB tadi.

Beberapa klub Inggris dan juga Liga Super China dikabarkan tertarik untuk mendatangkannya. Maka wajar saja jika Costa kini mulai berpikir menerima tawaran klub-klub tersebut.

Gaji lebih besar dan kesempatan jadi starter tentu sudah menunggu Costa di sana. Hal inilah yang lantas sudah bikin Hoeness selaku presiden Bayern kecewa dan menyindir pemain 26 tahun tersebut.

Menurut Hoeness, apa yang dilakukan Costa hanya akal-akalan agar klub memberinya kontrak baru dan tentu kenaikan gaji.

“Itu usaha yang sia-sia untuk bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi,” ujar Hoeness kepada TZ seperti dikutip Soccerway.

“Itu tidak mempan untuk kami. Silakan saja mencoba 10 kali lagi. Ini jelas bukan even sosial,” sambungnya.

(mrp/nds)


NO COMMENTS