Munich – Bayern Munich dinilai sedang berada di fase transisi. Fase peralihan era ini diyakini bisa membuat mereka kesulitan.

Musim ini Bayern beberapa kali tersendat. Di Bundesliga misalnya, Bayern sempat terhambat dan kehilangan puncak klasemen ke RB Leipzig.

Bayern Munich sudah memetik empat hasil sebanding dan satu kali tunduk dari 20 pekan sejauh ini. Sebagai perbandingan, musim lalu mereka mendapatkan empat hasil sebanding dan dua kekalahan sepanjang musim.

Laju di Liga Champions pun tak bisa dikatakan istimewa. Bayern unggul empat kali dan tunduk dua kali di fase grup, hingga finis di posisi dua di belakang Atletico Madrid.

Hal ini menjadi cukup wajar jika melihat musim ini Bayern baru beradaptasi dengan pelatih baru, Carlo Ancelotti. Tapi eks pemain Bayern Dietmar Hamann melihat ada faktor lain.

Menuanya para pemain kunci seperti Philipp Lahm (33 tahun), Franck Ribery (33), Arjen Robben (33), atau juga Xabi Alonso (35) memengaruhi tim. Sementara para pemain muda yang diproyeksikan sebagai penerus seperti Kingsley Coman, Renato Sanches, bahkan Douglas Costa, levelnya dinilai masih jauh dari para pemain tersebut.

“Skuat Bayern sudah terus menua. Kita tidak boleh lupa bahwa inti dari tim ini sudah bermain di level tertinggi selama sekitar 10 tahun,” kata Hamann kepada AZ.

“Maka wajar saja beragam hal tidak lagi seperti yang mereka dulu biasa alami. Dan para pemain muda seperti Renato Sanches dan Kingsley Coman sudah gagal tampil mengesankan musim ini.”

“Mereka mungkin masih bisa lolos di Bundesliga, tapi akan sulit melawan tim-tim terbaik Eropa,” imbuhnya seperti dikutip Soccerway.

Lahm sendiri sudah memutuskan pensiun di akhir musim. Hamann meyakini Ribery dan Robben pun segera menyusul dalam waktu dekat, yang akan menegaskan berakhirnya sebuah era di Bayern.

“Saya rasa pensiunnya Philipp Lahm di akhir musim ini adalah awal dari akhir sebuah era. Saya bisa melihat Franck Ribery dan Arjen Robben pensiun di 2018 juga,” ujar Hamann.

“Tapi yang generasi ini sudah lakukan itu sungguh sensasional. Anda hampir tidak bisa mengungkapkan konsistensi mereka ke dalam kata-kata,” tandasnya.

(raw/rin)


NO COMMENTS