Roma – Luciano Spalletti membenarkan performa babak pertama memegang faktor krusial dalam kekalahan AS Roma dari Napoli. Roma gagal menunjukkan permainannya.

Roma takluk 1-2 saat menjamu Napoli di Olimpico, Sabtu (4/3/2017) malam WIB. Giallorossi tertinggal dua gol lebih dulu lewat sepasang gol Dries Mertens di menit ke-26 dan 50, serta baru menipiskan selisih di menit ke-89 lewat Kevin Strootman.

Di babak pertama, tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan dengan tekanan yang dilancarkan para pemain Napoli. Justru kemudian mereka melakukan dua kesalahan yang berujung gol lawan.

Faktanya dari 20 percobaan yang dilepaskan Roma, hanya lima yang tercatat di babak pertama. Di paruh pertama ini juga cuma satu upaya mengarah ke gawang, sementara di babak kedua ada tiga tembakan tepat target.

Faktor keberuntungan juga amat berpengaruh terhadap kegagalan Roma menyelamatkan pertandingan. Dua percobaan mereka membentur tiang dan mistar.

“Mereka jauh lebih baik di babak pertama dalam mengalirkan bola dengan cepat, sementara kami hampir tidak pernah mampu menaikkan tempo atau masuk ke posisi yang tepat. Mereka juga membuat kami sangat kepayahan untuk merebut kembali bola,” kata Spalletti kepada Mediaset Premium.

“Anda perlu kejelian untuk membuat semacam dua atau tiga umpan secara berurutan untuk membuka ruang dan Napoli melakukannya jauh lebih baik.”

“Kami berkembang di babak kedua dan itu adalah laga yang sepenuhnya berbeda, meski kami cenderung tidak beruntung dengan tiang dan mistar gawang,” imbuhnya seperti dikutip Football Italia.

Ini jadi kekalahan kedua Roma secara berurutan usai ditaklukkan Lazio di leg pertama semifinal Coppa Italia tengah pekan kemarin. Diduga skuat Roma kelelahan, tapi Spalletti menepisnya.

“Saya tidak merasa tepat untuk bicara soal kelelahan, karena itu membuat situasinya makin buruk. Anda bisa membicarakan itu, tapi jangan libatkan saya,” sambungnya.

“Terutama karena menuju akhir laga, tim punya sikap yang benar-benar berbeda, jadi mereka tidaklah kelelahan. Kami tidak akan bisa bermain seperti itu di menit-menit terakhir kalau kami kelelahan,” demikian pria berkepala plontos ini.

(raw/nds)


NO COMMENTS