Turin – Bek Juventus Giorgio Chiellini tak mau ambil pusing soal kontroversi yang diangkat oleh Napoli, usai laga di leg pertama semifinal Coppa Italia.

Juve unggul 3-1 kala menjamu Napoli di Juventus Stadium, Rabu (1/3/2017) dinihari WIB tadi. Tertinggal lebih dulu lewat gol Jose Callejon, Juve membalas melalui dua penalti Paulo Dybala dan satu gol dari Gonzalo Higuain.

Kekalahan itu disebut Napoli tak terlepas dari keputusan-keputusan kontroversial wasit Paolo Valeri. Pada penalti yang pertama, Dybala dinilai sengaja mencari kontak dengan Kalidou Koulibaly.

Sementara pada penalti kedua, selain Pepe Reina dinilai lebih dulu menghalau bola sebelum kemudian menabrak Juan Cuadrado, Napoli menilai sudah ada pelanggaran lebih dulu terhadap Raul Albiol oleh Miralem Pjanic dan Leonardo Bonucci.

Chiellini menyebut hal-hal semacam ini sebagai obrolan khas di bar-bar. Dia membandingkan hal serupa setelah pertandingan Inter Milan vs AS Roma akhir pekan kemarin, yang dimenangi Roma 3-1.

“Saya sudah mendengar obrolan-obrolan bar seperti ini sebelumnya. Di hari Minggu, saya menyaksikan Inter-Roma dan dengan segala hormat, sebuah tim layak mendapatkan kemenangan dengan sangat jelas, karena mereka jelas mendominasi pertandingan dan lebih tangguh di setiap aspek,” katanya kepada Rai Sport.

“Saya tidur dan orang-orang berbicara soal beragam hal kecuali performa Nainggolan, Szczesny, dan Fazio. Hal yang sama terjadi malam ini.”

“Pada akhirnya, semua kontroversi ini cuma menyedot energi mereka dan tidak benar-benar menyentuh kami, kami kami tahu apa yang kami lakukan di lapangan,” imbuhnya seperti dikutip Football Italia.

Chiellini berharap, tim-tim Italia khususnya yang sedang berkiprah di kompetisi Eropa, lebih fokus pada penampilan mereka ketimbang mengeluhkan hal-hal semacam ini.

“Saya berharap, sebagai orang Italia yang baik, bahwa Napoli tidak membuang terlalu banyak energi karena saya ingin mereka mengalahkan Real Madrid di Liga Champions. Saya senang melihat dua tim Italia memenangi grup Liga Champions mereka, yang mana belum terjadi entah selama berapa tahun,” sambungnya.

“Saya ingin Roma tampil baik di Liga Europa juga. Tapi asal tahu saja, cuma di kompetisi Eropa saja,” demikian bek 32 tahun ini.

(raw/nds)


NO COMMENTS