London – Terbuang dari Napoli, hidup lagi di Southampton. Begitulah kira-kira perjalanan karier Gabbiadini saat ini yang sedang mencari panggung di Premier League.

Tak usah melihat dari musim pertama Gabbiadini berseragam Napoli, tapi statistiknya di paruh pertama musim ini saja sudah menunjukkan betapa suram karier pemain 25 tahun tersebut.

Menurut catatan Whoscored, Gabbiadini hanya bikin tiga gol dari 13 penampilan di Serie A yang enam di antaranya dilakoni sebagai pemain pengganti. Bahkan Gabbiadini musim ini cuma bikin lima gol.

Itu semua karena Gabbiadini menyerah bersaing dengan Dries Mertens yang justru tampil tajam ketika dipasang sebagai nomor 9, posisi yang seharusnya jadi milik Gabbiadini. Mertens musim ini saja sudah bikin 16 gol di Serie A.

Belum lagi Gabbiadini harus bersaing dengan Arkadiusz Milik yang musim ini didatangkan untuk menggantikan Gonzalo Higuain yang hengkang ke Juventus. Sepertinya Gabbiadini memang tidak cocok dengan skema Maurizio Sarri saat ini.

Foto: REUTERS/Ciro De Luca

Dengan performa yang terbilang “pas-pasan” sejak dibeli Napoli dari Sampdoria pada Januari 2015, 25 gol dari 75 penampilan, maka Gabbiadini pun dilepas pada bursa transfer Januari lalu.

Adalah Southampton yang lantas bersedia menampung striker bertinggi badan 186 cm itu. Kedatangan Gabbiadini pun awalnya diragukan oleh banyak pihak mengingat dia harus bisa beradaptasi dengan kerasnya sepakbola Inggris.

Meski demikian, Southampton pernah punya striker Italia dalam diri Graziano Pelle dan juga cungkring tinggi bernama Peter Crouch. Maka dari itu manajer Claude Puel tak ragu untuk mempercayai Gabbiadini.

Kepercayaan yang dibayar tuntas Gabbiadini ketika dia mencetak lima gol dari tiga kali dimainkan sebagai starter oleh Puel termasuk dua golnya ke gawang Red Devils di final Piala Liga Inggris semalam.

Dua gol yang menunjukkan kualitas Gabbiadini sebagai ujung tombak tengah yang dibutuhkan Soton, ketika dia melihat celah di antara penjagaan ‘Setan Merah’ dan dengan satu sentuhan saja mampu menaklukkan David De Gea.

Sayangnya dua gol Gabbiadini itu gagal memenangkan Southampton yang menyerah 2-3. Padahal Gabbiadini sebenarnya bisa menjebol jala MU di awal pertandingan meski dianulir karena terjebak offside.

Apapun itu, penampilan Gabbiadini sejauh ini membuktikan bahwa dia belum “habis” atau cenderung “mati”, karena dia kini “hidup” kembali bersama The Saints.

()


NO COMMENTS