London – Kritik kembali mendatangi Juergen Klopp terkait penurunan performa The Reds belakangan ini. Klopp dianggap tak membuat The Reds lebih baik ketimbang saat ditangani Brendan Rodgers.

The Reds awalnya dianggap mulai tampil menjanjikan ketika Klopp ditunjuk menggantikan Brendan Rodgers pada Oktober 2015. Dia membawa The Reds langsung ke dua final musim lalu, yakni Piala Liga Inggris dan Liga Europa, meski akhirnya ant menang serta finis posisi kedelapan klasemen.

Meski demikian, Klopp tetap mendapat “hadiah” berupa perpanjangan kontrak di bulan Juli lalu yang dianggap sebagian besar fans adalah kabar baik. Klopp disebut bisa membawa The Reds ke masa kejayaannya.

Hal itu terbukti benar sampai akhir tahun lalu setidaknya karena selepas Januari hingga akhir pekan kemarin, Klopp dkritik habis karena performa The Reds yang memburuk.

Hanya satu kemenangan didapat dari 11 pertandingan atau lima kekalahan dari delapan pertandingan terakhirnya. Selain itu The Reds juga harus tersingkir dari Piala FA dan ant menang dari Southampton di semifinal Piala Liga Inggris.

Wajar saja kini Klopp mulai dipertanyakan kapabilitasnya untuk bisa membawa klub itu sukses. Terakhir ada keraguan yang datang dari eks bintang The Reds Dietmar Hamann.

“Saya melihat ada keanehan musim panaslalu karean jika Anda melihat fakta sebenarnya, Juergen Klopp datang dan saya rasa dia sudah mengubah cara pandang klub serta kota ini,” ujar Hamann kepada BBC.

“Dia membuat mereka bisa berpikir sehat dan ada efek besar dengan kedatangannya, tapi jika melihat fakta sebenarnya, saya rasa rata-rata poin klub ini tidak naik secara drastis sejak kepergian Brendan Rodgers,” sambungnya.

“Anda lolos ke dua final tapi semuanya ant menang. Saya rasa mereka seharusnya dan bisa menjuarainya – khususnya saat melawan Sevilla di Liga Europa.”

“Itu akan membawa dampat besar karena mereka bisa tampil di Liga Champions. Mereka membuat keputusan berdasarkan hati dan bukan akal sehat ketika memutuskan memberi perpanjangan kontrak empat tahun.”

“Dalam beberapa tahun terakhir tim ini sudah buruk dan tidak berubah sama sekali dengan adanya Klopp.”

“Saya tidak yakin apakah Klopp bisa mengubahnya atau tidak, tapi seseorang harus mengubahnya karena kinerja tim ini dalam beberapa tahun terakhir tidak cukup bagus,” tutup Hamann.

Klopp dari 85 pertandingan mengumpulkan 41 kemenangan dan 19 kekalahan dengan prosentase kemenangan 48,24 persen. Sementara Rodgers selama tiga tahun menangani Liverpoo punya 51,2 persen kemenangan, yakni 85 kemenangan dan 42 kekalahan.

(mrp/raw)


NO COMMENTS