Jakarta – N’Golo Kante tampil luar biasa impresif di musim pertamanya bersama The Blues. Tapi dia belum sampai ke level luar biasa, karena jiwa kepemimpinannya belum terbentuk.

Sabtu (25/2/2017), Makelele kembali ke Stamford Bridge, tetapi bukan sebagai anggota The Blues, melainkan sebagai asisten menajer dari Swansea City. Makelele tidak mampu meredam kekuatan The Blues yang sedang bersemangat melindungi posisi mereka di puncak klasemen. The Blues unggul dengan skor akhir 3-1 dengan gol yang diciptakan oleh Cesc Fabregas, Pedro dan Diego Costa. Terlepas dari itu Kante memberikan penampilan yang cemerlang di tengah lapangan.

Dengan rata-rata tackle yang berhasil 3,6 per-pertandingan, Kante sekarang ada di posisi ketiga di Liga Inggris untuk kategori tersebut, sekaligus menjadi salah satu pemain penting di The Blues. Meskipun demikian, Makelele mengatakan pemain yang berkebangsaan Prancis itu harus lebih tegas jika ingin membawa permainannya ke tahap yang lebih baik.

“Yang saya suka dari dirinya adalah kerendahan hati yang ia miliki,” ucap Makelele saat ditanya William Gallas untuk SFR Sport.

“Dia selalu bermain dengan tersenyum, dan itu sesuatu yang luar biasa. Saya harap ia akan mendapatkan karir yang lebih baik dari saya, tetapi dia masih harus belajar untuk melatih rasa kepemimpinannya.”

“Itu bukan berarti dia harus menjadi kapten, tetapi harus memiliki aura seperti itu di dalam tim dan ketika teman setimnya melihat kearahnya, mereka dapat berpikir ‘Kami akan unggul’ atau ketika ia bicara kepada mereka, teman setimnya berkata ‘Kau benar.’ Ketika ia memiliki aura seperti itu, ia akan menjadi pemain yang luar biasa. Saat itulah ia dibutuhkan oleh Prancis,” Lanjut Makelele di ESPNFC Asia.

Kante kini punya peluang untuk menjadi pemain pertama setelah Eric Cantona yang meraih dua titel Premier league secara berturut-turut di dua tim berbeda.

(din/din)


NO COMMENTS