Swansea – Leicester City menuai kekalahan kelima berurutan usai dilibas Swansea dalam lanjutan Premier League. Chris Coleman menilai The Foxes tampil tanpa gairah seperti zombie.

Leicester kian mendekati zona degradasi setelah dikalahkan Swansea dengan skor 0-2 di Liberty Stadium pada Minggu (12/2/2017) WIB. ‘Si Rubah’ pun menuai kekalahan kelima berurutan dalam laga itu.

Hasil negatif itu membuat tim besutan Claudio Ranieri tersebut turun ke posisi 17 dengan koleksi 21 poin. Mereka cuma unggul satu poin dari Hull City yang menempati posisi ke-18 dan dua poin dari Crystal Palace serta Sunderland yang menduduki dua urutan terbawah.

ESPN mencatat sepanjang pertandingan kedua tim tampil relatif sebanding dengan rasio penguasaan bola 49:51. Swansea membuat 10 attempt dengan empat yang on goal. Adapun Leicester bermain tidak efektif dengan sembilan peluang namun cuma satu yang tepat sasaran.

Pelatih timnas Wales yang menjadi komentator dalam laga itu, Coleman, menilai rentetan hasil buruk Leicester disebabkan rendahnya kepercayaan diri para pemain. Asal faktor tersebut bisa dibangkitkan lagi, dia optimistis Leicester mampu meraih kemenangan demi kemenangan.

“Saya turut prihatin dengan penampilan Leicester, mereka kehilangan kepercayaan diri dan saat ini seperti zombie. Saat mereka kebobolan pada gol pertama maka sudah jelas siapa yang akan keluar menjadi pemenang, kepercayaan langsung lenyap dari mereka begitu saja,” kata Coleman seperti dikutip Sky Sport.

“Mereka adalah sosok-sosok yang sangat jujur, tapi tidak semestinya juga terlalu jujur. Mereka butuh seseorang yang bisa menerobos batas-batas itu. Saat latihan atau pertandingan mereka butuh sengatan dari seseorang.

“Mereka harus mampu mengembalikan irama permainan mereka sendiri. Apapun yang bisa membuat mereka menjadi juara musim lalu, tinggal mengulangnya lagi maka mereka bakal bisa membalikkan keadaan,” tutur dia.

(fem/din)


NO COMMENTS