Manchester – Setelah Gabriel Jesus tumbang akibat cedera, Sergio Aguero membuktikan dirinya masih merupakan jimat Manchester City. Kualitas Aguero memang tak pernah jadi tanda tanya bagi City.

Sejak bergabung dari Atletico Madrid pada 2011 lalu, Aguero adalah mesin gol utama City. Akan tetapi, posisinya di tim inti The Citizens mendadak terancam semenjak kedatangan Gabriel Jesus dari Palmeiras pada bulan lalu.

Gabriel Jesus, yang baru berumur 19 tahun, berhasil mencuri hati Pep Guardiola dengan mencetak tiga gol dan dua assist dalam empat pertandingan pertamanya. Performa okenya memaksa Guardiola menepikan Aguero ke bangku cadangan dalam beberapa pertandingan.

Namun, Gabriel Jesus mendapatkan musibah pada pertandingan melawan Bournemouth. Pemain asal Brasil itu mengalami retak tulang metatarsal dan diprediksi akan absen lama.

Cederanya Gabriel Jesus memungkinkan Aguero untuk kembali jadi starter. Aguero kemudian memperlihatkan kelasnya dengan mencetak dua gol untuk membantu City mengalahkan AS Monaco 5-3 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa (21/2) lalu.

“Aguero sangat penting bagi kami. Sejarahnya di klub ini yang bicara,” ujar pemain tengah City, Fernandinho, di situs resmi klub.

“Dengan kedatangan Gabriel Jesus dan dengan dia mencetak gol serta memberi assist, Aguero duduk di bangku cadangan dalam beberapa pertandingan, tapi tak ada yang pernah meragukan kualitas Aguero.

“Melawan Monaco dia memperlihatkannya, bukan hanya dengan mencetak gol, tapi juga cara dia bermain. Merebut bola dari lawan, berlari, menekan, membantu tim.

“Bagi sebuah tim yang ingin menembus final Liga Champions, yang mana merupakan target kami, kami butuh semangat itu, tak peduli siapa yang main. Kami harus melakukan itu,” kata Fernandinho.

Aguero saat ini menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa City dengan 156 gol. Dia cuma takluk dari Eric Brook (177) dan Tommy Johnson (166).

(mfi/mrp)


NO COMMENTS