Bandung – Laga perdana Persela Lamangan di Grup III Piala Presiden 2017 terasa spesial untuk Herry Kiswanto. Laga itu menjadi debut Herkis usai pencabutan hukuman seumur hidup.

Dalam laga di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (6/2/2017), Persela takluk 0-1 dari Persiba Balikpapan. Gawang Persela kebobolan oleh penalti Marlon Da Silva pada menit 68.

Meskipun takluk, Herry tak sepenuhnya kecewa. Apalagi mengingat laga itu sebagai pertandingan pertama setelah sanksi larangan berkecimpung di sepakbola seumur hidup dicabut oleh PSSI.

Hukuman itu dijatuhkan kepada Herkis sebagai imbas sepak bola gajah yang dimainkan PSS Sleman dengan PSIS Semarang pada laga lanjutan Divisi Utama PSSI 10 Oktober 2014. Waktu itu, Herry sebagai pelatih PSS dinilai bersalah. Komdis menjatuhkan sanksi larangan seumur hidup beraktivitas di dunia sepak bola nasional kepada Herry.

“Saya menghargai permainan tim di pertandingan tadi. Hanya tinggal faktor keberuntungan saja yang belum memihak,” kata Herkis usai laga kepada wartawan.

Herkis–sapaan karib Herry Kiswanto–siap comeback bersama tim berjuluk ‘Laskar Joko Tingkir’. Herkis bertekad untuk memberikan yang terbaik kepada timnya.

“Saya sedang merintis kembali ke arah sana, setelah dua tahun vakum jadi saya akan mencoba membuat yang terbaik,” ungkap mantan pelatih PSS Sleman ini.

Mantan pemain Persib Bandung ini mengatakan akan memaksimalkan amunisi yang ada. Terutama mengasah para pemain muda yang diyakininya akan menjadi andalan timnya mendatang.

“Saat ini saya terus memantau para pemain muda untuk mencari posisi yang tepat. Karena masih ada yang saya nilai belum sesuai (posisi),” imbuh kapten Indonesia kala meraih medali emas SEA Games 1987 itu.

(fem/fem)


NO COMMENTS