Jakarta – Manajer Madura United, Haruna Soemitro, keberatan dengan rencana PSSI memundurkan rancangan kickoff Liga 1. Dia menilai PSSI sudah melanggar keputusan kongres.

Sebelumnya kompetisi Liga 1 dijadwalkan digelar pada 26 Maret sesuai dengan hasil keputusan kongres pada 8 Januari di Bandung. Namun PSSI mengisyaratkan kompetisi tertinggi Indonesia itu akan mundur.

Salah satu alasannya karena PSSI masih mematangkan terkait operator dan pengurus-pengurus di dalamnya. Dengan dimundurkannya rancangan tersebut, klub-klub juga dinilai lebih maksimal dalam persiapan menyambut kompetisi.

Haruna menilai keputusan PSSI tersebut harus dikoreksi. Sebab, keputusan itu sudah diambil di kongres, sehingga tidak mudah untuk diubah begitu saja.

“Dari segi mekanisme organisasi harus dikoreksi. Kongres itu dirumuskan termasuk program dan rancangan. Jadi harus diimplementasikan oleh peserta atau klub, saat diputuskan tanggalnya, klub sudah siap,” ujar Haruna saat ditemui tadi malam, di Jakarta.

“Pahamilah mekanisme organisasi itu. Ketika diputuskan 26 Maret dan diumumkan di kongres, maka kalau mau berubah ya perubahan itu harus di kongres. Pengurus jangan seenaknya sendiri,” katanya.

Dia pun berharap PSSI bisa memahami bahwa tidak ada alasan yang membuat rancangan Liga 1 diundur karena sudah menjadi keputusan bersama PSSI dan klub.

“Masalah siap atau tidak siap, klub itu hanya menjalankan keputusan kongres,” katanya.

(ads/din)


NO COMMENTS