London – Queens Park Rangers memang bukan klub besar di Inggris. Tapi mereka juga punya kepedulian mengembangkan sepakbola usia dini, terutama di Asia Tenggara.

Bukan kebetulan jika QPR justru fokus pada pembinaan usia muda di ASEAN saat ini mengingat sang pemilik, Tony Fernandes, merupakan pengusaha kaya asal Malaysia yang dikenal lewat maskapai LCC Air Asia.

Sudah begitu Fernandes juga gila olah tubuh mengingat dia sempat memiliki tim F1 Caterham dan ikut membidani lahirnya ASEAN Basketball League (ABL).

Maka wajar saja jika Fernandes punya cita-cita ingin memajukan sepakbola di kawasannya. Mumpung dia memiliki klub Inggris yang kompetisi sepakbolanya begitu maju.

Sejak tahun 2013, Air Asia sudah memulai program Coaching Clinic bersama QPR yang melibatkan 29 pesepakbola muda usia 14 sampai 16 tahun. Untuk tahun ini ada tiga anak asal Indonesia dari delapan peserta yang juga berasal dari Malaysia, Thailand, dan China.

Selama hampir seminggu dari Senin 27 Februari lalu hingga Sabtu 5 Maret mendatang, anak-anak itu mengikuti pelatihan intensif bersama para pelatih tim muda QPR sekaligus menjalani latih tanding dengan tim undangan.

“Saya rasa yang kami capai pekan ini adalah kami ingin memberi pelatihan ala QPR kepada para pesepakbola muda Indonesia. Mereka menghabiskan sepekan ini bersama para pelatih tim muda QPR. Kami coba mengajarkan sebanyak mungkin yang kami bisa agar mereka bisa memahami itu ke depannya,” ujar CEO QPR Trust, Andy Evans, kepada detikSport di Loftus Road Stadium, Kamis (2/3/2017) sore WIB.

“Yang kami lakukan kami coba memberikan hal yang sama seperti yang kami berikan kepada para pemain akademi QPR. Selain berlatih di lapangan, mereka juga harus mengikuti sesi di dalam kelas seperti nutrisi, tujuan utamanya apa, dan juga psikologis. Jadi kami ingin menunjukkan bagaimana caranya menjadi peman muda QPR berlatih di sini. Kami ingin berbagi pengetahuan sehingga mereka bisa lebih baik,” sambungnya.

“Jadi kami ingin berbagi pengetahuan di sini sehingga mereka ke depannya bisa benar-benar menjadi profesional yang bagus,” tutup Evans.

(mrp/mfi)


NO COMMENTS